Reanda Indonesia Perkenalkan Peluang Investasi Indonesia di Forum “Going Global” Tianjin

Tianjin, 23 September 2026 — Reanda Indonesia (Reanda Bernardi) bersama Industropolis Batang Special Economic Zone memperkenalkan peluang investasi Indonesia kepada para pelaku usaha Tiongkok di Renaissance Tianjin Hotel, Tianjin. Presentasi ini menjadi bagian dari forum bertema Improve the Overseas Comprehensive Service System to Support High-Quality Global Expansion of Private Enterprises, yang diselenggarakan oleh Tianjin Enterprises “Going Global” Service Alliance dalam rangkaian Asia and Oceania Regional Meeting of Reanda International.

Forum ini mempertemukan pemerintah kota, asosiasi dagang, lembaga keuangan, kawasan industri, dan firma anggota jaringan Reanda International. Tujuannya adalah memperkuat sistem layanan terpadu bagi perusahaan swasta Tiongkok yang berekspansi ke luar negeri.

Sambutan dan arah kebijakan

Acara dibuka dengan sambutan pejabat pemerintah kota Tianjin. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Mr. Wang Min, President China General Chamber of Commerce, dan Mr. Huang Jinhui, Chairman of the Board Tianjin Enterprises “Going Global” Service Alliance sekaligus Chairman Reanda International.

Mr. Liu Tao, Deputy Director Tianjin Municipal Development and Reform Commission, memaparkan SCO Green Industry Cooperation Platform. Forum juga dihadiri oleh Mr. Ge Wei, Rotating Secretary General China International Council for the Promotion of Multinational Corporations.

Indonesia di sesi berbagi peluang

Pada sesi Opportunity Sharing, Ibu Irma Sevrinta, General Manager Industropolis Batang (Kawasan Industri Terpadu Batang), mempresentasikan Industropolis Batang SEZ sebagai tujuan investasi di Jawa Tengah. Kawasan ini berada di bawah Danareksa dan Danantara Indonesia, dengan masterplan 4.300 hektare dan lebih dari 500 hektare lahan siap bangun.

Beberapa hal yang disampaikan kepada calon investor:

  • Lokasi dan konektivitas. Sekitar 65 km dari Semarang, dengan akses langsung ke jalan tol, jalan nasional, jalur kereta ganda, pelabuhan, dan dry port di dalam kawasan.
  • Insentif KEK. Tax holiday 10, 15, atau 20 tahun untuk investasi minimal Rp100 miliar, Rp500 miliar, atau Rp1 triliun, ditambah fasilitas bea masuk, PPN, dan PPnBM.
  • Capaian lima tahun. Nilai investasi Rp22 triliun (USD 1,32 miliar) hingga Desember 2025, 60 tenant industri, dan 446 hektare lahan yang sudah ditempati.
  • Kerangka G2G. Kerja sama Two Countries Twin Parks (TCTP) Indonesia–Tiongkok yang berjalan sejak 2021.

Presentasi tersebut juga memuat kolaborasi dengan Reanda Indonesia sebagai mitra layanan profesional bagi investor. Reanda Indonesia mendampingi investor asing di seluruh siklus usaha: pendirian perusahaan, perizinan, dan pengajuan fasilitas pajak; audit, kepatuhan pajak, transfer pricing, dan kepabeanan saat beroperasi; hingga likuidasi saat keluar dari pasar. Layanan bagi investor Tiongkok ditangani oleh China Desk.

Sesi yang sama menghadirkan dua firma anggota Reanda lainnya. Mr. Avinash Jagetiya dari Sun International Auditing & Accounting LLC (UAE) memaparkan iklim investasi Timur Tengah dan kerja sama dengan kawasan industri di UAE. Mr. Gilles Pavie-Houdry dari French Figures memaparkan peluang investasi di Prancis.

Roundtable: ekspansi yang terukur

Forum ditutup dengan roundtable bertema Steady Overseas Expansion of Chinese Enterprises and Countermeasures. Pesertanya:

  • Fang Yong, Director of Foreign Economic Cooperation Division, Tianjin Municipal Bureau of Commerce
  • Franklin Lau, CEO Reanda International
  • Wu Lan, Member of Party Committee & Deputy General Manager, PICC Property and Casualty Company Limited Tianjin Branch
  • Wei Jianqing, General Manager, China-Africa TEDA Investment Co., Ltd.
  • Yu Jianchun, Director of Government Services Office, Tianjin Economic-Technological Development Area (TEDA)
  • Yang Xiaocheng, Chief of Business Management Division, SINOSURE Tianjin Branch

Menjembatani investor Tiongkok ke Indonesia

Kehadiran di forum Tianjin melanjutkan peran Reanda Indonesia sebagai penghubung antara investor Tiongkok dan Indonesia. Indonesia mencatat realisasi investasi USD 56,3 miliar pada semester I 2026, naik 7,2% dari tahun sebelumnya, dengan porsi penanaman modal asing sebesar 50,2%.

Reanda Bernardi’s Perspectives

Bagi Reanda Bernardi, forum ini menegaskan satu hal: minat investor Tiongkok terhadap Indonesia sudah ada, dan yang menentukan hasilnya adalah kesiapan eksekusi. Tema forum tentang sistem layanan terpadu sejalan dengan kebutuhan itu, karena keputusan investasi lintas negara menyentuh aspek hukum, pajak, kepabeanan, dan ketenagakerjaan sekaligus.

Insentif KEK seperti yang ditawarkan Industropolis Batang membuka peluang nyata, tetapi tidak berlaku otomatis. Investor perlu menyusun struktur investasi yang tepat, mengajukan fasilitas sesuai ketentuan, dan memenuhi komitmen realisasi investasinya. Pilihan antara tax